Troso, 21 Januari 2026 – MI Matholi’ul Huda 01 Troso menyelenggarakan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6, wali siswa kelas 4 sampai 6, serta seluruh dewan guru MI Matholi’ul Huda 01 Troso.
Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini mengusung tema:
“Dengan Isra’ Mi’raj, Kita Jadikan Shalat sebagai Kebutuhan dan Kebiasaan Anak.”
Tema tersebut dipilih sebagai pengingat pentingnya peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai dasar kewajiban shalat lima waktu, sekaligus momentum untuk menanamkan nilai-nilai ibadah sejak usia dini, baik di lingkungan madrasah maupun dalam keluarga.
Kegiatan diawali sejak pagi hari dengan rangkaian pra acara, meliputi pembacaan arwah dan pembacaan Al-Qur’an. Acara inti dimulai dengan kehadiran peserta yang diiringi oleh grup rebana Al Falah, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, serta sambutan kepala madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Bapak Fadloli, S.Pd.I, menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi sarana penting untuk memperkuat karakter religius siswa.
Beliau juga menyampaikan informasi dan sosialisasi terkait pelaksanaan ujian TKA berbasis digital, sebagai bentuk komitmen madrasah dalam mengikuti perkembangan teknologi pendidikan.
“Madrasah harus mampu menyeimbangkan antara penguatan ibadah, akhlak, dan penguasaan teknologi. Digitalisasi ujian TKA ini diharapkan dapat melatih siswa agar lebih siap menghadapi tantangan di era digital,” ujar beliau.
Sambutan tersebut mendapat perhatian serius dari wali siswa, sebagai bagian dari upaya bersama antara madrasah dan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Shimtudduror oleh Rebana Al Falah, sebelum memasuki acara inti mauidzah hasanah yang disampaikan oleh KH. Fathur Razi dari Welahan.
Dalam tausiyahnya, KH. Fathur Razi menyampaikan makna mendalam dari peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai peristiwa luar biasa yang menjadi landasan kewajiban shalat lima waktu. Beliau menekankan bahwa shalat harus dikenalkan dan dibiasakan kepada anak sejak dini, bukan dengan cara memaksa, melainkan melalui keteladanan dan pembiasaan yang konsisten.
“Jika anak sejak kecil sudah dibiasakan shalat, maka shalat tidak akan terasa berat. Ia akan menjadi kebutuhan hidup, sebagaimana makan dan minum,” tutur beliau.
Beliau juga mengingatkan pentingnya peran orang tua sebagai teladan utama dalam membimbing anak menjalankan ibadah shalat di rumah, agar apa yang diajarkan di madrasah dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H ini, MI Matholi’ul Huda 01 Troso berharap nilai-nilai ibadah, khususnya shalat lima waktu, dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik, serta terjalin sinergi yang baik antara madrasah dan wali siswa dalam mendidik generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Oleh : IL

